teknologi
-

Kapitalisme Bukan Ideologi Tunggal Visi AI Kontemporer
Bolehkah kita bicara tentang teknologi bukan sebagai keniscayaan atau proyek netral? Jika ya, maka ada banyak lagi yang perlu kita bahas, tak mentok pada kapitalisme. *** Kapitalisme, secara tepat, kerap dikuliti dalam diskusi-diskusi kritis tentang arah dan visi pengembangan AI dominan. Tesisnya: jika kita bisa menghancurkan atau minimal mengurangi efek-efek terburuk kapitalisme, maka kita akan… Read more
-

“Ekonomi Digital Wajib Tunduk pada Rezim Ketenagakerjaan”
Amen, and say it louder. Rezim Ketenagakerjaan tak boleh cuma memunguti sampah ekonomi digital yang melenggang. Ia musti satu-dua langkah lebih maju; peka terhadap agenda pemodal digital yang akan datang. Kepastian kerja dan perlindungan data pekerja harus mendapat perhatian khusus di era AI. “Ekonomi digital wajib tunduk pada rezim ketenagakerjaan,” demikian bunyi dokumen usulan RUU… Read more
-

Bedah Risiko Kesepakatan RI-AS pada Media
Peringatan: Catatan ini panjang. Kesepakatan dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berpotensi lemahkan kemandirian ekonomi digital Indonesia sekaligus hantam industri pers nasional — yang selama dua dekade belakangan telah dibiarkan berjuang sendirian menghadapi disrupsi internet dan media sosial. Tampaknya, perjanjian ini juga gagal meneropong risiko yang dapat muncul dari trajectory pengembangan AI.… Read more
-

Kiamat AI
Bulan lalu, dua orang kawanku yang tak saling kenal, secara terpisah, mengirimkan sebuah artikel yang ditulis oleh Matt Shumer (lebih tepatnya oleh AI yang diarahkan oleh Matt Shumer), berjudul: Something Big is Happening. “Menurutmu gimana?” tanya mereka. Ringkasnya, menurutku tulisan ini adalah jenis hype klasik yang marak sejak ChatGPT meluncur di 2022. Tapi berbeda dari… Read more
-

Tentang Metafora Pisau dan Teknologi
Di setiap ajang diskusi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, panelis akan selalu berkata: teknologi adalah seperti pisau. Bisa digunakan untuk memasak, atau membunuh. Atau: teknologi adalah pedang bermata dua. Tentu saja maksudnya adalah jangan pernah salahkan pisaunya atau pedangnya. Pisau dan pedang tidak pernah bersalah. Mereka hanya benda mati. Sekilas, kedengaran masuk akal. Sepanjang… Read more
-

Memikirkan Ulang Arti “Canggih”
Taipei adalah kota canggih. Mungkin perlu dicontoh. Orang akan memandang gedung-gedung tua berumur enam puluh tahun yang berjajar di Taipei dan menganggapku gila. Kota itu cuma punya satu kecanggihan yang layak ditulis: sebuah pencakar langit bernama Taipei 101, yang menikmati titel gedung tertinggi di dunia selama lima tahun sebelum Burj Khalifa di Dubai menggeser posisinya… Read more
-

Ketika Wartawan Nimbrung
“Terima kasih, Pak, tadi bapak mewakili perasaan saya saat diskusi,” kataku antusias pada Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sesaat ketika ia baru beres menjadi satu dari enam pembicara di sebuah diskusi roundtable mengenai AI di St. Regis Jakarta, 26 Juni 2025. Wajah Edwin kelihatan bingung. Tak tahu… Read more
-

Film Mickey 17: Kapitalisme, Fasisme, dan Teknologi
Awas spoiler. “However, I’ve been contemplating how can we use this abomination for our common economic benefit.” Hahaha. Aku memenuhi undangan sutradara Bong Joon Ho untuk tertawa datar. Kalimat itu diucapkan oleh seorang politisi berkulit oranye (Mark Ruffalo) yang sedang bicara tentang teknologi percetakan tubuh manusia. Ya, tubuh manusia. Dicetak. Robert Pattinson adalah Mickey Barnes,… Read more
-

Aku Punya PhD di AI. Tolong Berhenti Tanya Cara Pakai ChatGPT
Antonia Timmerman menerjemahkan tulisan Sheilla Njoto, seorang ahli AI dari University of Melbourne. Tulisan asli Sheilla, berjudul “Stop asking me how to prompt ChatGPT: Reflections from a PhD in AI”, dimuat di blog pribadinya pada 4 April 2025. Jika kau hanya sibuk mengulik cara pakai ChatGPT, maka kau tak paham inti masalahnya. Jika kau hanya… Read more
