-

Bedah Risiko Kesepakatan RI-AS pada Media
Peringatan: Catatan ini panjang. Kesepakatan dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berpotensi lemahkan kemandirian ekonomi digital Indonesia sekaligus hantam industri pers nasional — yang selama dua dekade belakangan telah dibiarkan berjuang sendirian menghadapi disrupsi internet dan media sosial. Tampaknya, perjanjian ini juga gagal meneropong risiko yang dapat muncul dari trajectory pengembangan AI.… Read more
-

Afutami, Aktivisme Digital, dan Kemarahan Salah Alamat
Artikel ini ditulis oleh penulis tamu Anindya Shabrina, Abdullah Munabari, et al. > “bikin tuntutan asal-asalan” > “merebut atensi” > “menggembosi momentum” > “demo gagal” … Begitu cuplikan sebuah tweet untuk peneliti kebijakan publik Andhyta F. Utami (Afutami). Tweet tersebut muncul bersamaan dengan ratusan komentar netizen lain yang ramai-ramai mengkritik Afutami setelah foto dirinya di… Read more
-

Kiamat AI
Bulan lalu, dua orang kawanku yang tak saling kenal, secara terpisah, mengirimkan sebuah artikel yang ditulis oleh Matt Shumer (lebih tepatnya oleh AI yang diarahkan oleh Matt Shumer), berjudul: Something Big is Happening. “Menurutmu gimana?” tanya mereka. Ringkasnya, menurutku tulisan ini adalah jenis hype klasik yang marak sejak ChatGPT meluncur di 2022. Tapi berbeda dari… Read more
-

Peluang
“Peluang perempuan kelas pekerja untuk terpilih (pemilu untuk masuk parlemen) masih ada di level kota tapi jumlahnya makin sedikit di level provinsi dan tidak ada di level nasional,” papar Titi Anggraini, pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), dalam diskusi Kongres Perempuan Indonesia yang diadakan Partai Buruh pada 18 Januari lalu. “Semakin tinggi (levelnya) semakin… Read more
-

Berpikir tentang AI Generatif Sebagai Seorang Progresif: Sebuah Refleksi
Anti-teknologi. Kuno. Takut perubahan. Tidak mau maju. Tidak mau mengikuti perkembangan zaman. “Tidak ingat waktu komputer menggantikan mesin tik dan kamera membuat pelukis panik?” Di panggung-panggung utama, kritik terhadap AI generatif hampir selalu mendapat tanggapan ini. Ucapan-ucapan itu terasa intuitif bagi kalangan progresif, karena kita telah lama mengasosiasikan perubahan dengan kemajuan, dan maka perubahan —… Read more
-

Influencer, 17+8, dan Strategi Gerakan Rakyat
Setiap hari kita harus bangun di dunia dimana influencer menguasai ekosistem informasi. Aku harus jujur. Aku sedih bahwa dalam lokakarya menerbitkan buku, pembicara menghabiskan lebih banyak waktu bicara tentang memoles personal brand di dunia maya dibandingkan bagaimana memperkaya substansi. Bahwa di ruang-ruang redaksi, jurnalis pontang-panting merangkap jadi “content creators bisa-segala-medium” jika ingin bertahan. Aku sedih… Read more
-

Tentang Metafora Pisau dan Teknologi
Di setiap ajang diskusi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, panelis akan selalu berkata: teknologi adalah seperti pisau. Bisa digunakan untuk memasak, atau membunuh. Atau: teknologi adalah pedang bermata dua. Tentu saja maksudnya adalah jangan pernah salahkan pisaunya atau pedangnya. Pisau dan pedang tidak pernah bersalah. Mereka hanya benda mati. Sekilas, kedengaran masuk akal. Sepanjang… Read more
-

Memikirkan Ulang Arti “Canggih”
Taipei adalah kota canggih. Mungkin perlu dicontoh. Orang akan memandang gedung-gedung tua berumur enam puluh tahun yang berjajar di Taipei dan menganggapku gila. Kota itu cuma punya satu kecanggihan yang layak ditulis: sebuah pencakar langit bernama Taipei 101, yang menikmati titel gedung tertinggi di dunia selama lima tahun sebelum Burj Khalifa di Dubai menggeser posisinya… Read more

